24 Juni 2009

Membersihkan Laut dengan Mikrobakteri

Posted in info biologi tagged , , , pada 12:49 am oleh kustapabio


Memakai alam untuk membersihkan alam adalah metode yang paling tepat. Demikian pula hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan National Institute of Technology and Evaluation (NITE) Jepang yang didiseminasikan di Jakarta, Selasa (10/2).

Memakai alam untuk membersihkan alam adalah metode yang paling tepat. Demikian pula hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan National Institute of Technology and Evaluation (NITE) Jepang yang didiseminasikan di Jakarta, Selasa (10/2).

Memakai alam untuk membersihkan alam adalah metode yang paling tepat. Demikian pula hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan National Institute of Technology and Evaluation (NITE) Jepang yang didiseminasikan di Jakarta, Selasa (10/2).

Ketika wilayah laut di Indonesia akhirnya disadari sering dicemari oleh tanker-tanker minyak yang membawa minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke negara-negara Asia Timur, mikrobakteri yang hidup bebas di laut bisa digunakan untuk mengurai minyak di laut lebih cepat.

“Nama prosesnya bioremediasi, artinya mengeliminasi polutan dengan proses biologi. Ini sudah ada dari dulu. Cuma proses biodegradasi, Indonesia belum punya,” ujar peneliti teknik lingkungan LIPI, Dwi Susilaningsih, di Jakarta.

Proses biodegradasi adalah penguraian minyak di laut dengan material biologi, salah satunya dengan bakteri. Dalam kurun waktu tiga tahun penelitian ini dilakukan, ditemukan 182 spesies dan 53 genus baru di tiga wilayah perairan Indonesia yang menjadi rute utama kapal tanker, yaitu Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok.

Dwi menjelaskan, daripada memikirkan bahan-bahan dengan kandungan zat kimia untuk membersihkan laut dan akhirnya malah kembali mencemarkan, lebih baik Indonesia memanfaatkan kekayaan bakterinya di laut. “Coba bayangkan, polusi minyak, contohnya di Pulau Pramuka, sudah kayak aspal kerasnya menempel di akar-akar bakau. Itu bisa diuraikan dengan bakteri,” ujar Dwi.

Fumiyoshi Okazaki, salah satu peneliti dari NITE Jepang, memaparkan penelitiannya yang bertajuk “Diversity and Functional Analysis of Petroleum Hydrocarbon-degrading Bacterial Communities in Coastal Zones of Indonesia”.

Penelitian yang berpusat di Selat Malaka dan Selat Lombok ini menyebutkan peran Acinetobacter dan Alcanivorax yang sangat dominan dalam biodegradasi. “Mikroba alam itu yang bertanggung jawab terhadap remediasi minyak,” ujar Okazaki. “Populasi bakteri secara konstan bekerja dan kadar n-Alkanes secara konstan pula menurun setelah tujuh hari masa inkubasi,” tuturnya.

Sementara itu, Dwi berharap agar hasil penelitian ini menjadi rekomendasi bagi pemerintah untuk menelurkan regulasi terkait sistem bioremediasi untuk menangani polusi minyak di wilayah laut Indonesia.

Oleh : Lin
Sumber : Kompas (10 Februari 2009)

Iklan

bioteknologi

Posted in berita tagged , pada 12:42 am oleh kustapabio

Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu, untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.

Biokimia mempelajari struktur kimiawi organisme. Rekayasa genetika adalah aplikasi genetik dengan mentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain.

Ciri utama bioteknologi:

1. Adanya aBen biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewan
2. Adanya pendayagunsan secara teknologi dan industri
3. Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian

Gbr. Kegunaan Bioteknologi untuk memenuhi kebutuhan manusia

Perkembangan bioteknologi :

1.

Era bioteknologi generasi pertama Þ bioteknologi sederhana.
Penggunaan mikroba masih secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan.

Contoh:
pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain.

2.

Era bioteknologi generasi kedua.
Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril.

Contoh:
a. produksi bahan kimia: aseton, asam sitrat
b. pengolahan air limbah
c. pembuatan kompos

3.

Era bioteknologi generasi ketiga.
Proses dalam kondisi steril.

Contoh:
produksi antibiotik dan hormon

4.
Era bioteknologi generasi baru Þ bioteknologi baru.

Contoh:
produksi insulin, interferon, antibodi monoklonal

Diplodocus

Posted in info biologi tagged , , , pada 12:39 am oleh kustapabio

Dinosaurus ini bernama Diplodocus. Jaman hidup Dinosaurus ini adalah pada saat zaman jurassic.
Makanan:

Tumbuhan ( Sauropodomorpha). Diplodocus memakan daun konifer, pakis, lumut, dan tanaman rawa. Makanannya tidak dikunyah melainkan langsung ditelan. Diplodocus suka menelan batu untuk menhancurkan daun di dalam perutnya. Diplodocus dapat mati jika tidak makan secara terus menerus.
Penemu:
Samuel Williston dan Otinel Marsh dan pada tahun 1887. Diplodocus banyak ditemukan di Rocky mountain, Utah, Wyoming, dan Colorado Amerika.
Cara berkembangbiak:
Bertelur. Telur diletakan sembarangan saat Diplodocus berjalan-jalan.
Panjang badan:
Panjang ekor 8m. Panjang leher 14m. Diplodocus dijuluki sebagai dinosaurus terpanjang.ekornya yang panjang berguna saat menyabet musuhnya dan sabetannya sangat mematikan.
Berat Badan:
11 Ton. Dengan berat segitu, Diplodocus dikatakan sebagai dinosaurus yang cukup ringan. Kakinya mirip seperti dengan kaki gajah sehingga sama seperti pilar yang kuat yang menopang tubuh Diplodocus. Jika marah, ia akan berdiri dengan kedua kekinya dan pastinya sangat menyeramkan.
Wajahnya:
Kepala Diplodocus sangat kecil dibandingkan dengan badannya. Hanya sepanjang 60cm. Mata terletak di belakang kepala sehingga diplodocus dapat melihat ke segala arah moncongnya pendek dengan gigi-gigi kecil yang mirip dengan pensil. Gigi-gigi tersebut berkumpul rapat di dekat moncong. Otak diplodocus kecil, sehingga diplodocus dikatakan dinosaurus yang bodoh.

Pohon Darah Naga

Posted in biologi tagged , , , , pada 12:38 am oleh kustapabio

Siapa bilang kalau getah pohon selalu berwarna putih? Di Socotra, Yaman. Ada pohon unik yang dinamakan pohon darah naga. Pohon ini ditemukan oleh Profesor Issac Bayley Balfour pada tahun 1880. Pohon ini berbentuk seperti jamur atau payung. Daunnya berbentuk seperti pedang, keras, dan bergerombol di atas pohonnya.
Pohon darah naga tumbuh di daerah yang kering. Hidupnya dapat mencapai lebih dari 300 tahun. Pohon darah naga ini bersaudara dengan Dracaena draco dari kepulauan canary, Spanyol. Dracaena draco juga disebut debagai pohon darah naga.

Pohon ini disebut pohon darah naga karena getah pohon ini berwarna merah darah. Getah tersebut keluar dari batangnya. Getah tu disebut darah naga. Darah naga sangat berguna, bisa dijadikan obat, pewarna, pemanis, dan pengharum.
Darah naga telah digunakan sebagai obat dan pewarna sejak abad ke-1 oleh masyarakat Romawi kuno, Yunani Kuno, dan Arab. Lalu sejak abad ke-18, dipakai sebagai pernis untuk biola di Italia. Saat ini darah naga masih digunakan sebagai pernis biola serta digunakan pada proses photography.
Lagenda nama pohon ini yaitu pada jaman dahulu, ada seekor ular balistik yang besar yang dianggap naga. Suatu hari naga itu berkelahi dengan seekor gajah dan keduanya mati. Kedua binatang itu mengeluarkan darah. Darah kedua binatang itu dipercaya memiliki kekuatan ajaib. Dan saat kedua darah binatang ini bercampur, tumbuhlah sebatang pohon. Pohon inilah yang dipercaya sebagai pohon darah naga.
Karena di pulau Socotra, Yaman terdapat banyak pohon-pohon yang unik, socotra dimasukan kedalam daftar situs warisan dunia oleh PBB.

Bunga Matahari, si penyapu radioaktif(Bioremediasi bunga matahari)

Posted in info biologi tagged , , , , , pada 12:37 am oleh kustapabio

Ledakan Nuklir sangatlah berbahaya dan ditakuti oleh semua manusia. Jika nuklir meledak, maka tempat tersebut akan dicemari oleh Zat radioaktif yang sangat berbahaya bagi manusia. Jika manusia mencoba menanam tanaman pangan di bekas daerah yang tercemar oleh zat radioaktif nuklir, dijamin 99,99% tanaman itu akan beracun. Apalagi jika kita melihat awalnnya, zat radioaktif dapat membunuh manusia serta dapat membuat kangker!
Manusia sangat bingung ketika dehadapkan pada kejadian yang seperti ini, tetapi solusinya ternyata sangat mudah! Tanaman bunga matahari adalah solusinya! Percayakah anda pada saat reaktor nuklir di Russia meledak, bunga matahari menyelesaikan pembersihan “sampah” nuklir tersebut hanya dalam waktu 10 hari! Bunga matahari akan giat menyerap zat radioaktif dari dalam tanah. Memang nantinya, bunga matahari juga tetap akan dibuang ke tempat khusus, tapi setidaknya akibat fatal yang dapat membunuh rakyat Russia dapat dikurangi. Satu hal lagi, bunga matahari menyapu zat radioaktif itu tanpa terkena penyakit apapun, walaupun bunga itu menjadi beracun. Hebat kan, itulah kekuatan herbal!